[vc_row][vc_column][vc_column_text]
| Title | Description |
|---|---|
| Abreaction | Gerakan fisik atau ledakan emosional sebagai reaksi terhadap saran (sugesti) saat dalam keadaan hipnosis. |
| Absorption of attention | Perhatian yang difokuskan pada lokasi di langit-langit, fokus pada cerita, fokus pada perasaan fisik., Fiksasi mata, penutupan mata, hipnotis terselubung, pengurangan gerak merupakan tanda-tanda yang menunjukkan adanya penyerapan perhatian. |
| Abstraction | Proses seperti pengembangan konsep, yaitu mengelompokkan objek dalam hal beberapa hal umum yang berbeda |
| Addiction | ketergantungan fisik atau psikologis pada obat, peristiwa, atau tindakan yang mengidamkan dan adanya kondisi ketidaknyamanan fisik / psikologis atau rasa sakit apabila hal yang mengidamkan tersebut tidak hadir saat itu. (IACT Chapter Indonesia) |
| Aesthesiogenic | Menghasilkan sensasi. (IACT Chapter Indonesia) |
| Affect Bridge | Teknik yang digunakan untuk mengakses contoh sebelumnya dari masalah penyajian klien dengan berfokus pada perasaan bermasalah di masa kini. |
| Afferent Neuron | Neuron yang membawa pesan ke arah sistem saraf pusat dari sel reseptor. Juga dikenal sebagai neuron sensorik. |
| Affirmations | Saran positif yang diberikan untuk memprogram ulang naskah kehidupan seseorang. |
| Age Progression | Memajukan usia / waktu seseorang ke tingkat usia tertentu selama sesi terapi (hipnoterapi) (IACT Chapter Indonesia) |
| Age Regression | Orang yang dihipnosis diberikan saran untuk mengingatk kembali peristiwa/waktu/usia yang lebih muda sehingga ia dapat mengingat/merasakan kembali pengalaman tertentu dan / atau mengalami kembali peristiwa dari keadaan yang mirip sebenarnya (IACT Chapter Indonesia) |
| Agnosia | Ketidakmampuan seseorang baik secara parsial maupun secara total saat mengenali objek dengan menggunakan indera (IACT Chapter Indonesia) |
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
