08/05/2025

Psychic Egotism, Mengingatkan Bahaya Kesombongan Spiritual dalam Pengembangan Psikis

Ketika Kesombongan Menghalangi Kebijaksanaan Spiritual

Dalam perjalanan mengasah kemampuan psikis, ada satu jebakan halus yang sering mengintai, bisa dikenal sebagai “Psychic Egotism“, keadaan di mana seseorang mulai merasa lebih unggul, lebih berkuasa, atau lebih “tercerahkan” daripada orang lain karena kemampuannya berkomunikasi dengan alam spiritual.

Fenomena ini penting untuk dibahas karena banyak praktisi, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, tanpa sadar terjebak dalam ilusi ego yang justru menghambat perkembangan spiritual sejati.

Masalah utama dari Psychic Egotism adalah hilangnya kerendahan hati dan niat tulus untuk melayani. Alih-alih menjadi saluran energi positif, seseorang bisa terjebak dalam pencarian pengakuan, kekuasaan, atau bahkan keuntungan materi.

Tujuan artikel ini adalah mengungkap bahaya kesombongan spiritual, memberikan perspektif seimbang tentang peran medium psikis, serta menawarkan solusi untuk tetap berada di jalan yang benar.

The Fall of the Divine Ego, Mengapa Kesombongan Spiritual Merusak Karunia Psikis

1. Bahaya Mengklaim Kekuatan sebagai Milik Sendiri

Dalam dunia spiritual, manusia hanyalah saluran (medium), bukan sumber energi itu sendiri.

Seperti dijelaskan sebelumnya, para pembimbing spiritual bekerja melalui kita, bukan karena kita istimewa, tetapi karena kita bersedia menjadi jembatan bagi pesan mereka. Begitu seseorang mulai berpikir, “Aku punya kekuatan supernatural,” alam spiritual perlahan menarik dukungannya.

Contoh Kasus:
Seorang medium terkenal mulai mengklaim dirinya sebagai “manusia setengah dewa” yang bisa menyembuhkan penyakit dengan sentuhan. Awalnya, kliennya berduyun-duyun datang, tetapi lama-kelamaan pesan yang disampaikannya menjadi tidak akurat, hingga akhirnya karirnya hancur karena ketidakjujuran spiritual.

2. Belajar dari Alam Spiritual, kuncinya adalah Kerendahan Hati

Dalam perjalanan hipnotis ke tujuh lapisan alam spiritual, kita diajak menyadari bahwa semakin tinggi tingkat kesadaran, semakin besar kerendahan hati yang dimiliki. Para pemikir besar seperti Einstein, Plato, dan Da Vinci tidak memamerkan kecerdasannya—mereka justru menggunakan kebijaksanaan untuk melayani kemanusiaan.

Sugesti Positif untuk Diterapkan Sehari-hari:

  • “Aku hanyalah saluran energi ilahi. Setiap pesan yang kusampaikan berasal dari cinta dan kebijaksanaan yang lebih tinggi.”
  • “Aku melepaskan kebutuhan untuk diakui. Tugasku hanyalah melayani dengan tulus.”

3. Mengapa Level Tujuh Tidak Dikunjungi?

Dalam sesi hipnosis, terkadang subjek tidak dapat diajak ke level tertinggi (level tujuh). Hal ini adalah indikator/simbol bahwa “masih ada misteri yang belum bisa kita pahami dengan ego manusiawi kita“.

Alam spiritual selalu lebih luas daripada pemahaman kita, dan Jika kita mengaku “tahu segalanya” adalah bentuk kesombongan tertinggi.

Fakta Menarik:
Banyak medium sukses seperti Edgar Cayce dan John Edward selalu menekankan bahwa mereka hanyalah alat/saluran, bukan sumber kebenaran. Cayce bahkan sering mengatakan, “Yang aku lakukan bukanlah dari diriku, melainkan dari Yang Maha Tinggi.”

The Return to Humility, Kembali ke Jati Diri sebagai Cahaya

Psychic Egotism adalah ujian terberat bagi setiap praktisi spiritual.

Seperti kata Silver Birch, “Orang akan datang padamu. Jangan mencari mereka. Jadilah tersedia.” Artinya, tugas kita bukanlah menjadi pusat perhatian, tetapi menjadi saluran yang siap ketika dibutuhkan.

Kutipan Penutup:
“The moment you think you’ve mastered spirituality, you’ve lost it.” — Sadhguru

Dengan kerendahan hati, kita tetap terhubung dengan kebijaksanaan tertinggi. Dengan kesadaran bahwa kita hanyalah bagian kecil dari alam semesta yang luas, kita bisa terus berkembang, bukan sebagai “manusia super”, tetapi sebagai cahaya yang tulus.

Kini, saatnya terbangun dari apa yang telah kita bahas, dengan mata terbuka dan hati yang jauh lebih bijak.

Salam Hypnosis & Hypnotherapy

Andri Hakim, CHt, CI (IACT-USA)

President IACT Chapter Indonesia

Latest News